Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupaya memberikan sosial dan komunikasi yang efektif bagi setiap kelompok masyarakat. –Ini untuk memutus rantai, sebagai bagian dari Covid-19, layanan publik harus diberikan kepada semua sektor masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Profesor Widodo Muktiyo, Direktur Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, mengakui pemenuhan kebutuhan komunitas difabel bukanlah pertanyaan sederhana. Widodo mengatakan dalam webinarnya, Selasa (21 Juli 2020): “Di era Kovid-19, Kominfo berencana untuk berintegrasi penuh dengan layanan publik dengan menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan berbagai aplikasi bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Link, “

Ia mengatakan Kominfo akan mengembangkan aplikasi yang cocok untuk penyandang disabilitas.

Baca: Melanggar platform digital, Kominfo perkuat pengawasan dompet digital

misalnya, katanya Brailler pernah digunakan dalam kegiatan sosial preventif Covid-19.

Pandemi Covid-19 memang telah memengaruhi semua aspek kehidupan.

Kelompok perempuan dan penyandang disabilitas bernama Widodo perlu mendapat perhatian khusus. Di sisi pemerintah, urutan kelompok ini sangat penting, karena menurut Kementerian Sosial, kelompok ini sangat rentan tertular Covid-19.

Asisten Menteri Perlindungan Anak PPPA Departemen Del Mar Bay Ia mengatakan, penyandang disabilitas sulit memahami sepenuhnya bagaimana cara mengimplementasikan perjanjian Covid-19 dengan baik.

“Kesulitan lainnya adalah sekolah luar biasa tidak memiliki sarana yang cukup untuk pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh untuk menolak proses pembelajaran,” katanya. Penjelasan.