TRIBUNNEWS.COM-Nahdlatul Ulama Komite Eksekutif (PBNU) telah mengeluarkan pemberitahuan tentang ibadah selama Ramadhan selama pandemi Covid-19.

Pemberitahuan tersebut tercantum dalam pemberitahuan 3953 / CI034 / 04/2020 dan ditandatangani pada 3 April 2020.

PBNU menyerukan pelaksanaan doa tarawih dan Idul Fitri dalam doa mereka di tempat tinggal masing-masing selama pandemi Covid-19.

PBNU juga berharap bahwa semua penduduk Nahdliyin akan mengikuti kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid -19 di Indonesia.

Surat edaran tersebut telah diunduh melalui akun Instagram @nahdlatululama Jumat (3/4/2020).

Baca: Ketua PBNU berbicara tentang menolak mayat Covid-19: Jangan diremehkan dan dihina

Berikut ini: –Dalam rangka menghentikan dan menghancurkan rantai distribusi Covid-19, PBNU mengeluarkan nomor pesanan 3945 / C.I34 / 03/2020 dan pesanan Nu Caring Covid-19 nomor 3952 / C sebelum perjanjian. I34 / 03 / 2020 .

Sebagai bagian dari pekerjaan tambahan, selain menyambut dan merayakan ibadah selama perayaan, sebagian selama bulan Ramadhan dan Idul Adha 1441, PBNU mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Semua administrator regional, direktur cabang, kongres cabang, bimbingan cabang dan manajemen anak-anak cabang, serta lembaga dan kelompok pemerintahan sendiri di bawah naungan Nahdlatul, melaksanakan ibadat wajib dan meningkatkan Ama Amaliya, mencari Taqorrub dari Hizbullah (SWT) dengan menambahkan Sunnah, seperti shodaqoh, membaca Quran, jihadis, berdoa untuk leluhur, dan berbagai amaliyah dan sekte lain, termasuk selama bulan Ramadhan dan berbuka puasa Selama festival, doa tarawih dilaksanakan di rumah mereka selama epidemi Covid-19, atau sesuai dengan rencana pencegahan, pemerintah pusat dan departemen terkait menentukan distribusi pemerintah daerah Covid-19.

Baca: MUI menjelaskan masalah hukum sholat Jum’at 3 kali, sampai shalat Zuhr diganti ketika korona pecah.

Baca: Bagaimana jika ledakan korona tidak mudah di Lebaran? Muhammadiyah Fatwa: Tanpa ID doa

2. Kepada semua manajer area Nahdlatul Ulama dan manajer cabang Nahdlatul Ulama yang belum membentuk kelompok kerja Nu-Caring Covid-19, segera membentuk sebuah kelompok kerja untuk menanggapi Edaran Covid-Reference dan Perjanjian Covid 19 yang dikeluarkan oleh PBNU menentukan kelompok kerja ke-19 dengan memprioritaskan sektor kesehatan dan sosial ekonomi.

Kelompok kerja Nu-Caring Covid-19 dapat dikembangkan di tingkat Dewan Perwakilan WHO. Untuk manajemen cabang Nahdlatul Ulama dan Nahdlatul Ulama, atau untuk melatih relawan Nu tentang NU-Caring Covid-19, silakan hubungi call center Nu-Caring Covid-19 via Telegram dan WhatsApp: +6281389798679, dan ikuti Akun resmi. Instagram @ nupedulicovid19, twitter @ nupedulicovid19, Facebook: @ nupedulicovid19 .

3. 3. Semua Muslim, terutama anggota Nahdlatul Ulama, terus memperkuat ikatan persahabatan dan hubungan sosial dalam kerangka Idul Fitri. 1441 Hijriah, pada saat yang sama mengacu pada peraturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan berbagai pemerintah daerah tentang batasan sosial (jarak sosial) dan jarak fisik (jarak mental).

4. Semua penduduk Nahdliyin selalu mematuhi keputusan, kebijakan dan permohonan pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk dalam pengembalian negara-negara Lebaran.

(Tribunnews.com/Mohay)