Reporter Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono

– Tribunnews.com, Jakarta-Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat bahwa pemilihan umum tahun ini akan diadakan secara serentak pada 9 Desember 2020.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati mengatakan bahwa hingga Desember 2020, diperkirakan masih ada risiko penyebaran Covid-19. -Menurutnya, kurangnya koordinasi dan kerja sama antara lembaga untuk mengelola epidemi ini telah membuat publik lebih skeptis dan acuh tak acuh terhadap proses politik. – “Ini dapat memicu gelombang abstain besar-besaran. Wasisto mengatakan bahwa untuk menghindari pemungutan suara nanti dalam pemilihan lokal, pemilih mengatakan bahwa KPU harus berinovasi dalam pemerintahan.

Baca: PSBB Jawa Barat Extension Pada hari Jumat, 29 Mei 2020, jumlah korona adalah 2211 kasus- “Misalnya, menyediakan layanan surat kepada orang-orang di daerah terpencil melalui surat, atau memilih daerah-daerah ini melalui ev dapat meminimalkan gelombang pasang Wasisto mengatakan: “Menghindari absensi Covid-19 karena mereka tidak mau memberikan suara di TPS.”

DPP, Menteri Dalam Negeri dan KPU sepakat untuk mengadakan pemilihan lokal pada Desember 2020 pada waktu yang sama-kedua DPP RI dan pemerintah serta KPU sepakat untuk mengadakan pemilihan pada Desember 2020 secara bersamaan.

Komite Kedua Dewan Perwakilan Rakyat mencapai kesepakatan dengan Menteri Dalam Negeri (Menteri Dalam Negeri) pada rapat kerja virtual Tito Karnavian dan Ketua KPU Arief Budiman, Rabu (27 Mei 2020).