JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Nadiem Makarim) telah mengeluarkan kebijakan yang mengatur pengurangan biaya kuliah (UKT) bagi siswa saat pandemi Covid-19.

Kebijakan ini dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Peraturan No. 25 berdasarkan peraturan tahun 2029. -Dalam peraturan ini, perguruan tinggi dapat menyesuaikan UKT bagi mahasiswanya sesuai dengan status keuangannya. Konferensi pers online, Jumat (19/6/2020).

Baca: Kabar gembira bagi mahasiswa PTN yang mampu membayar SPP saat pandemi Covid-19

Nadim ungkap yang ada di Perpres Mahasiswa yang melakukan skorsing universitas atau mahasiswa yang tidak mengikuti SKS tidak perlu membayar biaya UKT.

Mahasiswa yang menunggu wisuda tidak perlu membayar biaya UKT. Membuat UKT baru untuk mahasiswa.

Hal ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang dicapai oleh Kelompok Menteri Pendidikan Tinggi Negeri pada tanggal 22 April 2020.

Selain itu, hanya perlu dibayarkan di akhir masa studi jika hanya dapat Jika mengambil 6 SKS maka maksimal hanya 50% UKT.

“Jadi, apa manfaat dari pedoman kebijakan ini bagi siswa. Oleh karena itu, kelangsungan pembelajaran selama pandemi tidak akan terganggu,” kata Nadiem (Nadiem). Universitas.

Universitas juga dapat menunda pembayaran UKT bagi siswa.

Pembayaran dapat dilakukan di akhir kursus.

“Mereka juga bisa menunda pembayaran UKT. Tanggal pembayaran bisa disesuaikan, Nadim mengatakan:” Tergantung kemampuan keuangan, UKT juga bisa diturunkan. “