TRIBUNNEWS.COM, Passetam State-Seorang pasien pria di negara bagian Passetam memperbarui kontrak pernikahannya dengan calon istrinya pada Kamis (23 Juli 2020), meski dipastikan positif mengidap Covid-19. Manajer Diskominfo -Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan: “Sebenarnya, rancangan programnya sudah lama. Jika orang menikah, mereka mencari hari yang baik. / 7/2020). Dia berkata:” Kelompok orang kami hanya Dengan bantuan, kita bisa menikah, tetapi pengantin laki-laki tidak boleh keluar dari wisma, hanya dengan atlet, oleh karena itu dengan persetujuan kehormatannya, pengantin laki-laki harus bersama atlet. “Covid-19 Pacitan dipromosikan melalui penerapan kesepakatan kesehatan. Berbeda dengan persetujuan qabul pada umumnya, para qabul pasien positif Covid-19 di Pacitan setuju untuk berbaris dengan interval sekitar 5 meter. Jaga jarak tertentu dari pengantin pria, hanya berjarak lima meter. Jauh sekali, persetujuan dilakukan di halaman terbuka, “katanya.

Para tamu atau keluarga mempelai wanita tidak mengikuti pawai sakral. Dia menjelaskan: “Pengantin pria. Bersama dengan petugas KUA, ada sekitar 8 orang dengan calon pengantin.”

Tidak hanya untuk kenyamanan tempat, rombongan Tenaga kerja Covid-19 juga menjemput pengantin wanita, termasuk menyiapkan pakaian untuk pengantin wanita. Setuju Parade, Melahirkan dan Mahar Rp 500.000.

Baca: Operasi 5 Bulan, Jumlah Penderita Covid-19 yang dirawat di RS Wisma Atlet Meningkat 5.000

Baca: Harian Kasus Corona di Indonesia Pada tahun 1761, Provinsi Jawa Timur menyumbang jumlah kasus tertinggi: 496 pasien — pawai persetujuan berkelanjutan berjalan lancar.

Setelah prosedur persetujuan dihentikan, suasana menjadi bergerak ketika kedua mempelai harus berjalan secara terpisah lagi. .

Dipastikan pengantin pria positif Covid-19 pada 20 Juli 2020, lalu .

Artikelnya dimuat di surya.co.id dengan judul Penderita Covid-19 Pacitan Pindah ke Kabul Ijab Parade Tim. Pengantin wanita memiliki jarak 5 meter