Doni Monardo, Ketua TRIBUNNEWS.COM-COVID-19 Kelompok Kerja Manajemen yang Dipercepat di Jakarta dan kepala Biro Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyerukan kepada masyarakat untuk memperkuat disiplin dan menjaga jarak untuk menghindari penyebaran virus corona yang menyebabkan COVID-19.

“Jangan menyentuh hidung, mata, dan mulut Anda setelah memegang sesuatu. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun,” kata Duny pada konferensi pers dengan imam besar. Masjid Istiqlal Jumat, Profesor Nasaruddin Umar di Graha BNPB di Jakarta.

Doni juga meminta masyarakat untuk melakukan lebih banyak kegiatan di rumah, karena epidemi virus korona mengancam banyak korban. Serangkaian manfaat herbal asam kunyit untuk kesehatan dan pembacaan kekebalan: 14 WNA Cina yang ditemukan di Tulong Gugong pada awalnya disewa di pabrik yang berafiliasi

membaca: Covid-19 Sebuah kasus rumah sakit di Italia: ruang tunggu berjenis ICU – menurut ratusan tawa di Duni, yang sakit dan hampir 10.000 orang meninggal karena virus korona dan epidemi COVID-19. Dia mengatakan: “Ancaman epidemi ini harus dipahami oleh semua warga negara Indonesia. Jika kita sudah tahu bahwa potensi ancaman ini dapat menyebabkan kematian, maka kita berharap kita dapat menghindari epidemi ini.” –Doni Katakanlah, jika orang Indonesia dapat melakukan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona dengan benar, Anda dapat dikatakan sebagai pahlawan manusia.

“Jadi, ikuti dan patuhi dan perkuat disiplin untuk menjaga jarak di manapun Anda berada,” katanya. Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa masjid belum melaksanakan sholat Jum’at dalam waktu dua minggu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan bahwa masjid-masjid di daerah ibu kota tidak dapat berdoa di Parlemen pada hari Jumat untuk mencegah penyebaran virus koroner yang menyebabkan COVID-19. .

Keputusan itu merupakan kesepakatan antara Gubernur Anies Baswedan dari Jakarta dan para tokoh budaya dan tokoh agama yang berbeda pada Kamis (19/3).

Asrorun Niam Sholeh Fatwa, Sekretaris Komite Ulama Indonesia, pada konferensi pers, Kamis (19/3) di Graha BNPB, MUI juga menerbitkan undang-undang tentang organisasi ibadah dalam kasus pandemi COVID-19. Tewa. Termasuk 9 artikel. Jika suatu daerah tidak dapat mengontrol kondisi penularan COVID-19, salah satunya tidak akan dapat mengadakan sholat Jumat dan kegiatan ibadah, yang melibatkan banyak orang.

Dewan Masjid Indonesia mengeluarkan surat edaran yang sama, termasuk penghilangan shalat lima waktu dan Talawi selama Ramadhan, tetapi di rumah masing-masing.