Reporter Tribunnews.com Larasati Dyah Utami

Jakarta Tribunnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah dan masyarakat bersatu untuk memerangi penyebaran epidemi virus koroner (Covid-19). Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI, mengatakan pada hari Minggu: “Menurut pertimbangan para ahli, itu dikunci secara nasional dan / atau lokal untuk jangka waktu tertentu.” 3/9/2020). MUI juga Saya berharap bahwa politisi, pemimpin partai dan pemerintah dapat mencapai kesepakatan untuk menghentikan dan mengganggu penyebaran virus ini sedini mungkin.

— Menurutnya, perlu bagi mereka untuk merenungkan efek berbahaya pada kesehatan dan keselamatan jiwa, serta pada kehidupan sosial dan ekonomi orang-orang di wabah.

Baca: 4 fakta Polisi Gresik melecehkan ibu mertuanya yang berusia 50 tahun dan korban lainnya, diungkapkan melalui ponsel

Baca: Perbedaan dalam olahraga independen Birrul Walidain & Eky Taufik, Kapten Persela Lebih Freaking — – Sekretaris Jenderal Komite Ulama Indonesia juga merekomendasikan agar pemerintah merealokasi dana infrastruktur dan anggaran transfer modal untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Dana ini dapat digunakan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah membantu rakyat selama penutupan.

“Pada tahun 2020, seluruh atau sebagian dari dana tersebut akan digunakan untuk membantu perekonomian rakyat dan memulihkan ‘ekonomi nasional’. -MUI juga merekomendasikan agar pemerintah menyertakan pengusaha besar dan memaksa mereka untuk memberikan bantuan dalam menangani kasus korona .

Selain itu Mereka juga menuntut agar pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar peraturan penutupan. Mereka tidak memenuhi rekomendasi dan peraturan pemerintah mengenai blokade, “kata Anwar Abbas.