Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Perhubungan Polda Metro Jaya membatalkan kebijakan sistem peer-to-peer di ibu kota.

Pengesahan ini telah diperpanjang hingga 4 Juni 2020. Fahri menuturkan kepada wartawan, Pemprov DKI Jakarta juga telah memperpanjang waktunya untuk memasuki Pembatasan Sosial Massal (PSBB) jilid ketiga.

“Ya (sistem paritas, catatan) telah diperpanjang hingga 4 Juni 2020.” Senin / 5/2020).

Penghapusan bilangan ganjil dan genap juga berarti bahwa tidak ada bilangan langsung atau bilangan yang diselesaikan melalui sistem kendali lalu lintas elektronik (ETLE).

Baca: Penerbangan Domestik India Bakal Buka, Meski Infeksi Covid-19 Akan Meningkat – Seperti Diberitakan Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Perpanjangan PSBB 14 Hari Lagi, Mulai 22 Mei hingga 4 Juni 2020 .

Anies berharap PSBB ketiganya menjadi yang terakhir.

Baca: Pakar kesehatan menyerukan bahwa jika SC berada dalam disiplin pandemi, para pemain akan dibuka kembali, dan para pemain yang tidak memiliki pemain akan terus mengikuti.

“Saya berharap ini adalah tahap terakhir dari PSBB. Kewaspadaan meningkat. Mulai 22 Mei, dua minggu ke depan adalah kunci-tahap keempat akan menentukan naik turunnya kami. (19/5/2020). – “Kalau kita kena disiplin, itu keputusan final PSBB. “

Dalam hal ini, Anies juga memaparkan hasil evaluasi beberapa hal selama pelaksanaan PSBB. 22 triliun yuan sehari-salah satunya mulai Maret lalu, Jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan keluarga meningkat dari 40% menjadi 60%. – Bahkan DKI Jakarta termasuk yang tertinggi di antara provinsi lainnya. Jawa. Persentase penduduk yang betah terus meningkat hingga mencapai 80%.

Dengan begitu, pada dua provinsi berikutnya Dalam seminggu, tingkat penularan virus corona akan sangat berkurang.

“Dari segi penghuni,” kata Annis, 60% orang ada di rumah, dan mereka menginginkan 70-80% orang, jadi lebih banyak lagi yang Yang bertengkar. Di Provinsi Jawa. Warga Jakarta sangat mementingkan pencegahan penularan. “