TRIBUNNEWS.COM, DEPOK- Dalam enam hari terakhir, penggerebekan topeng dilakukan di kota Depok, dan sekitar 1.300 orang ditangkap dan ditangkap. -Untuk referensi, serangan ini sudah dimulai. Sejak Kamis (2020/7/7).

Pejabat telah membidik beberapa lokasi lalu lintas padat di Depok, antara lain Tugu Jam Siliwangi, Pertigaan Lampu Merah Juanda, Gerbang Tol Kukusan, Pasar Musi dan Bekas kantor di kabupaten Sukmajaya. Lienda mengatakan kepada wartawan di laman Kompas.com, Rabu (29/7/2020) lalu: “Sejauh ini ada 1.300 pelaku kejahatan.” “Sebagian besar pelaku kejahatan mengaku lupa memakai topeng dan secara tidak sengaja mengabaikan kewajiban memakai topeng. .

Baca: Warga Bogor yang Tidak Pakai Masker Akan Denda dan Denda Hingga Rp 500.000. Minum Tanpa Masker

Ia menambahkan banyak jenis penjahat yang diserang, termasuk sepeda motor. , Mobil, dan sebagian warga yang tidak memakai masker saat di kendaraan umum atau berjalan kaki. Saat sanksi diberlakukan kali ini, warga yang tidak memakai masker akan dikenakan denda Rp 50.000. Mereka tidak akan memakai masker hingga Kamis (30/7/2020) .– – “Penggerebekan telah berakhir hingga PSBB berakhir, namun denda akan dijatuhkan mulai tanggal 23 hingga 30 Juli. Kita tunggu kebijakan pokja, dan akan kita ikuti, ”ujarnya.“ Salah mengimbau masyarakat memakai topeng untuk menjaga disiplin. Selain untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain selama pandemi. Katanya.

Ketentuan mengenai sanksi ini sebenarnya sudah diumumkan dalam Lampiran Nomor 37 Walikota Depok 2020 pada awal Juni 2020. (Kompas.com/Vitorio Mantalean) diberikan kepada mereka yang tidak memakai masker. Diskon Warga. (Kompas.com/Vitorio Mantalean)

Artikel ini dimuat di Kompas.com dengan tajuk “Penggerebekan 6 Hari di Depok, 1300 Orang Didenda Karena Tidak Pakai Masker”