JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Konsul Haji, Konsulat Gubernur Jenderal Indonesia Hamari di Jeddah, membantah kabar Arab Saudi akan menjadi tuan rumah kuota 1441 H / 2020 M hingga 20%. % Tidak benar dan Saudi belum mengumumkan apapun. Endang dalam keterangannya mengatakan pihaknya membenarkan kabar tersebut kepada Dirjen Haji ke Arab Saudi dan Provinsi Umrah. 20% dari pernyataan itu salah. Sejauh ini belum ada keputusan yang diambil. Kata Endang dalam keterangannya, Jumat (12 Juni 2020).

Baca: Politisi PKS meyakini Menag tidak paham soal pembatalan Korut pada 2020-Baca: Ambil Langkah Pembatalan Korut di Indonesia, Malaysia, dan Brunei- — Jemaah Haji — KJRI, Konsul Korea Utara, mengatakan jumlah kasus positif Covid-19 di Arab Saudi masih tinggi. Padahal, dalam tiga hari terakhir setiap hari ada 3.000 kasus.

Direktur Perlindungan Sipil Indonesia ( PWNI) RI eri Judha Nugraha juga menyatakan dalam jumpa pers, Rabu (6/10/2020), kota Mekah masih dalam status lockdown.

Tak hanya di Mekkah, pemerintah Saudi juga telah memberlakukan jam malam di Jeddah-lokal. Masyarakat dikenai pembatasan pergerakan dan hanya dapat melakukan kegiatan di luar ruangan mulai pukul 06.00 hingga 03.00 waktu setempat.

Pada 2 Juni 2020, Kementerian Agama memutuskan untuk membatalkan waktu pemberangkatan jemaah haji Indonesia 1441H / 2020M.- Putusan tersebut diumumkan oleh Menteri Agama Fachrul Razi dan tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 494/2020.

Selain Indonesia, banyak negara lain juga telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah.

Negara-negara tersebut Termasuk Mesir, Singapura, India, Brunei Darussalam, Uzbekistan, Malaysia dan Afrika Selatan.