Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Panitia Kelima DPR meminta pemerintah menunda proyek kereta ekspres Jakarta-Bandung saat wabah Covid-19. Tanggal 19, ada kekurangan anggaran untuk pemulihan ekonomi, ”kata Anggota Panitia V DPR Irwan yang dihubungi Tribunnews.com Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Menurut Irwan, inilah waktu aksi utama yang harus dilakukan. Putuskan rantai distribusi. Covid-19 dan promosikan pengembangan ekonomi massa.

“Lebih baik dorong ekonomi massa, ekonomi massa, dan UMKM dulu. Di sini, tekankan fokus dulu daripada menjaga infrastruktur utama yang bisa ditunda secara efektif. Kata Wakil Sekjen. — Baca: Dubes RI Berhasil Merespon Pandemi: Tokoh Jerman Tak Pernah Meremehkan Covid-19. Irwan juga mengatakan proyek Kereta Ekspres Jakarta-Bandung akan terus berlanjut dan dijadwalkan tiba Surabaya menunjukkan bahwa pemerintah lebih menguntungkan bagi investor daripada memperhatikan kesehatan dan perekonomian rakyat.Oleh karena itu, perjuangan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar dan fokus pada perekonomian kerakyatan masih dimungkinkan untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan. Baca: Jenderal Andika Perkasa Mendonasikan lima set helm pendeteksi suhu untuk penanganan Covid-19

Sebelumnya, Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proyek kereta ekspres Jakarta-Bandung akan terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19. -Di Jakarta-Bandung express Dalam rencana KA tersebut terus dilanjutkan kepemimpinan ketua KA Ekspres.Pada Jumat (29 Mei 2020) dilakukan penilaian terbatas Proyek Strategis Nasional (NSP).

Menurut Airlangga Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung sempat tertunda selama satu tahun, kemudian akan masuk dalam proyek kereta api setengah kecepatan Jakarta-Surabaya (Jakarta-Surabaya)

Oleh karena itu, menurutnya proyek kereta cepat tidak hanya di Bandung. Berhenti, tapi juga sampai di Surabaya, proyek tidak hanya berhenti di Bandung, tapi juga meluas ke Surabaya, proyek kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya yang dioperasikan oleh China (KCIC) dan pemerintah bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Disarankan juga agar konsorsium Jepang menambah konsorsium,” pungkasnya.