Laporan Reporter Tribunnews.com Reza Deni-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah mengabarkan progres pemeriksaan sampel terkait Covid-19 melalui Kementerian Kesehatan dan Pokja Pengobatan Covid-19, Rabu (16/9/2020). . -Adapun jumlah spesimen yang diperiksa saat ini adalah 39.774 dari 30.713.

Angka ini lebih rendah dari 42.636 spesimen pada Selasa lalu. -Kalaupun dikurangi, hasil tersebut tetap memenuhi target minimal 30.000 spesimen per hari yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Baca: Inilah alasan Luhut diangkat oleh Joko Widodo. Alasan 9 provinsi prioritas penanggulangan Covid-19

Sebelumnya target minimum hasil pengujian spesimen adalah 30.261 sampel pada 29 Juli, kemudian 30.046 sampel pada 30 Juli, 7 Agustus dan maksimal 30.159 sampel. Sampel, 30.565 sampel pada 8 Agustus dan 33.082 sampel pada 28 Agustus. Tanggal 1 September 30.625 dan 2 September hingga 31.001 sampel, 3 September hingga 37.597 sampel, 4 September hingga 36.628 sampel, 5 September hingga 30.640 sampel, 9 Jumlah sampel maksimal tanggal 8 September adalah 32.643 sampel, tanggal 10 September paling banyak 34.909 sampel, tanggal 11 September paling banyak 31.813 sampel, tanggal 12 September maksimal 38 sampel, maksimum 571 sampel, tanggal 13 sd 30 September 100 sampel, Dan dari 15 September menjadi 42.636 spesimen.

Baca: Pimpinan Satgas: Sudah 6 bulan sejak konfrontasi dengan Covid-19, dan jumlah kasus tidak berkurang malah bertambah

Sejauh ini sudah terkumpul 2.755 120 eksemplar dari 1.622.769 orang contoh.

Spesimen diperiksa dengan dua cara. Metode pertama adalah reaksi berantai polimerase waktu nyata (PCR).

Metode kedua adalah deteksi molekuler cepat (TCM).

Baca: BREAKING NEWS: Rekor tertinggi baru, kasus positif Covid-19 di Indonesia kini meningkat 3.963