Reporter Tribunnews.com melaporkan bahwa Reynas Abdila

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag) Agus Suparmanto (Agus Suparmanto) menyebutkan alasan maraknya aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan atau pusat perbelanjaan. Buka kembali.

Menurutnya, membuka pusat perbelanjaan dengan pekerjaan yang tidak 100% terbatas merupakan langkah untuk menghindari pandemi PHK.

“Waktunya buka mulai 15 Juni. Salah satu caranya adalah dengan membuka ritel modern dengan mengutamakan perjanjian sanitasi. Semua itu harus kita lakukan,” seminar web Agus di Jakarta Rapat tersebut dikatakan Kamis (25/6/2020). -Argus menjelaskan hal ini juga sejalan dengan instruksi Presiden RI bahwa kegiatan usaha harus mengedepankan prosedur sanitasi yang ketat atau pelaksanaannya. Normal baru.

“Kalau kita tidak mulai, tidak semua orang akan menyerah. PHK tidak terlalu besar sekarang. Tentu jangan sampai terjadi pandemi PHK. Kita harus mengungkap alasan-alasan PHK,” ujarnya.

Pemerintah berupaya menekan angka pengangguran akibat adanya pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang mengakibatkan perusahaan tidak dapat memperoleh pendapatan. – “Kalau begitu, pendapatan pembelian biasanya mencapai 31% hingga 40%. Saya sangat melihat dibukanya pusat perbelanjaan ini. Mereka juga sangat antusias. Mereka yang pernah berbelanja di rumah dan bekerja di rumah untuk belajar. Kita perlu sedikit terbuka,” Sie menyimpulkan.

Di saat yang sama, Stefanus Ridwan, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena pusat perbelanjaan bisa menjaga kebersihan dan menerapkan kesepakatan yang ketat.

Baca: 1.526 personel gabungan dikerahkan untuk memantau protokol kesehatan di CFD khusus untuk pengendara sepeda di Jakarta – Stefanus melihat penonton mulai menyadari hal ini, dibandingkan minggu pertama, bahkan jumlah wisatawan Kenaikannya, meski pertumbuhannya lambat, sepertinya sudah meningkat, dari 20 menjadi sekitar 30 sampai 40%, ”ujarnya.