Pelaporan Tribunnews.com Fahdi Fahlevi-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Agus Sartono, Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mengatakan sistem pembelajaran hybrid bisa diterapkan pada pandemi corona di dunia pendidikan setelah tamat.

Argus mengatakan bahwa model blended learning akan menggabungkan pembelajaran online dan offline.

“Saya kira ke depan blended learning, online dan offline akan digabungkan dengan pembelajaran online,” kata Argus dalam diskusi dengan guru-guru Indonesia, webinar pendidikan asosiasi, Senin (15 Juni 2020).

Bacaan: Kesaksian Warga Penyelamat Pilot Pesawat TNI dari Riau Jatuh: Saya Harus Minum Alkohol dan Salep-Argus Mengatakan Sistem Blended Learning saat ini sudah diterapkan di beberapa universitas.

Ia mengatakan bahwa banyak penelitian yang menunjukkan keberhasilan penerapan sistem blended learning.

“Banyak penelitian menunjukkan bahwa blended learning sangat berhasil.” Kata Argus.

Menurutnya, kunci sukses blended learning adalah pembelajaran guru pengembangan konten.

Oleh karena itu, saya berharap dapat mempercepat adaptasi pembelajaran campuran kepada siswa.

Baca: Helikopter Kendal, Dua Prajurit Korban Kecelakaan Helikopter MI 17, Bisa Pulang Atau Ke Puskesmas Rawat Jalan- “Karena itu, cara berpikir guru dan dosen berubah karena belajar tidak lagi terbatas waktu. Dan spasi. Ps. Harus lebih fleksibel dan model pembelajarannya harus berubah, “kata Argus.