TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-X Teaching and Research Conference akan mempertemukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan pendiri PT Sekolah Cikal Najelaa Shihab untuk membahas sengketa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait penggunaan paten Merdeka Learning. Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Chattarina mengatakan bahwa partainya Muliana Gang diundang untuk mengadakan Komite ke-10 Republik Demokratik Rakyat.

“Prinsipnya, jika diundang oleh Republik Demokratik Rakyat, tentu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan hadir,” kata Chatarina kepada Tribunnews.com, Senin (2020/7/13). Selengkapnya tentang masalah paten ini Informasi lebih lanjut.

Baca: Panitia X DPR Sidang Nadiem dan Najelaa Shihab Soal Sengketa Hak Paten Magang Independen

Tribunnews akan memberikan nama kebijakan belajar gratis kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Chattarina mengatakan: “Mari kita Menunggu penjelasan KMT. “

Seperti yang kita ketahui bersama, Ketua Komite X DPR Syaiful Huda mengatakan, pihaknya akan mempertemukan Nadim dan Nayera dalam sengketa ini. Penggunaan paten Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan .

” Kami ingin tahu seperti apa kasus sebenarnya, karena Merdeka Belajar adalah label dari berbagai rencana Mendikbud Nadiem Makarim. Tapi nyatanya, labelnya bertuliskan “Syaiful kepada wartawan, Minggu (7 Desember 2020),” kata Syaiful kepada wartawan.

Berdasarkan informasi di Basis Data Kekayaan Intelektual (PDKI), Kemenkumham Merdeka Belajar mengajukan hak paten PT Sekolah Cikal di alamat Jalan TB Simatupang Cilandak, Jakarta Selatan pada 22 Mei 2020.

Pendaftaran merek Merdeka Belajar sendiri akan diajukan pada tanggal 1 Maret 2018. Dijelaskan di halaman PDKI bahwa Merdeka Belajar telah terdaftar sebagai nama organisasi bimbingan karir, layanan pendidikan dan layanan belajar dan hiburan.