Reporter Tribunnews.com Laporan Reza Deni Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ide Wakil Kapolri Gatot Eddy Pramono melibatkan preman pasar untuk mengawal prosedur medis menuai kritik. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo (Agus Pambagyo), jika menerapkan gagasan ini sebenarnya sangat berbahaya.

Kalaupun massa yang digunakan adalah massa pembantu dan akan diawasi oleh TNI dan Polri, mentalitas massa mereka tidak akan hilang. – “Ini ide gila dan aneh Wakil Kapolri. Ini berbahaya,” kata Argus kepada Kompas TV, Jumat (9/11/2020). Dibentuk oleh tahun-tahun kehidupan yang keras.

Mentalitas preman seperti ini membuat masyarakat khawatir akan menimbulkan konflik dengan masyarakat.

“Bagaimana jika mereka bertindak terlalu jauh?” Kata Argus.

Ingat, Argus mengatakan bahwa kerumunan itu berbahaya.

Ketika ada masalah kecil, itu akan menyebabkan kerusuhan dan sulit untuk diselesaikan.