TRIBUNNEWS.COM-Pada Senin (21/9/2020), sekitar 156 negara mengikuti rencana global pemerataan vaksin Covid-19. Aliansi ini dipimpin langsung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). — Tetapi negara adidaya China dan Amerika Serikat tidak mau berpartisipasi dalam rencana global ini. -Pemerintah Presiden AS Donald Trump memiliki alasan untuk tidak bergabung.

Pihaknya mengklaim telah mengamankan pasokan vaksin di masa depan melalui perjanjian bilateral.

Namun, keputusan ini memicu tuduhan bahwa perilaku egois telah merugikan negara-negara miskin. .

Baca: Indonesia ikut serta dalam inisiatif global untuk menyediakan 2 miliar vaksin anti-coronavirus baru COVAX .

Rencananya adalah misi bernama Covax yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengirimkan 2 miliar dosis vaksin ke dunia pada akhir tahun 2021.

2 miliar vaksin memprioritaskan petugas kesehatan dan memberikan layanan bagi pasien yang rentan.

Meskipun dia tidak berkomentar tentang ketidakhadiran tersebut, pejabat WHO mengatakan bahwa mereka akan berdialog dengan otoritas Beijing.