Menurut reporter Tribunnews.com Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta melaporkan bahwa pemerintah Turki memberlakukan larangan penerbangan ke dan dari 20 negara pada hari Kamis (19 Maret 2020).

Menurut informasi perjalanan yang aman, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kementerian Luar Negeri Indonesia), Jumat (20 Maret 2020) terkenal.

“Larangan terbang ke dan dari 20 negara adalah China, Iran, Irak, Italia, Korea Selatan, Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Inggris, Irlandia, Swiss, Arab Saudi, Informasi perjalanan yang aman untuk Mesir dan Uni Emirat Arab.

Baca: Perbarui nilai tukar rupee Jumat, 20 Maret 2020: Rupee terdepresiasi terhadap dolar AS oleh 15960 rupee

Pihak berwenang Turki juga memberlakukan jarak sosial untuk menghentikan kegiatan keagamaan, misalnya Doa Jumat lalu untuk jangka waktu tertentu. Hingga Kamis (2020/3/19), total 191 orang dinyatakan positif Covid-19, dan 3 pasien meninggal di Turki.

Selain penerapan kebijakan larangan terbang Pemerintah Turki juga menerapkan berbagai kebijakan dan pembatasan di Turki untuk mengatasi penyebaran COVID 19, termasuk:

larangan terbang ke dan dari 20 negara, yaitu Cina, Iran, Irak, Italia, Korea Selatan, Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Inggris, Irlandia, Swiss, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab BACA: Mengenal dokter yang menangani Covid-19 di Indonesia: Kami tidak memiliki senjata lengkap Combat Corona dalam hal – pagar perbatasan yang sangat selektif dengan Iran dan negara-negara tetangga lainnya. – Kamera pencitraan termal telah dipasang di bandara, pelabuhan internasional dan perlintasan perbatasan untuk memeriksa suhu tubuh.