Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Perhubungan telah merevisi Permenhub No. 18 Tahun 2020, dan Permenhub no 41 Tahun 2020 dirilis pada 8 Juni. Sebagai hasil dari revisi ini, batas kapasitas 50% telah dihapus. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Indonesia akan terus membatasi jumlah penumpang di KRL Jabodetabek hingga 35% hingga 40%, atau 74 per kereta.

Dalam rangka mempertahankan peraturan kesehatan mobil, itu dipertahankan. Presiden Presiden mengatakan kepada wartawan di Wi-Fi: “Saat ini, kami masih melanjutkan batas kapasitas ini, yaitu 35% hingga 40%, yaitu sekitar 74 orang per kereta.” PT KCI, Wiwik Widayanti. (05/10/2020) .————————————————————————————————————————————————————————————————————————— Read Yang Baca dalam: Polisi sedang menyelidiki bagian kaki orang yang ditemukan di Depo? Dia mengatakan bahwa dibandingkan dengan PSBB hanya 60 orang pada waktu itu, total kapasitas masing-masing seri adalah Telah meningkat.

Wiwik mengatakan bahwa dengan implementasi PSBB selama masa transisi, banyak warga mulai menggunakan KRL untuk mengemudi. –Hasil dari Alh adalah bahwa antrian memasuki stasiun di pagi hari dan jam sibuk. di malam hari.

Tapi menurutnya, jika kereta api berada dalam kisaran kapasitas resmi, pengguna semakin sadar dan memerintahkan mereka untuk tidak masuk secara paksa. Dia menyimpulkan: “Namun, semakin banyak pengguna KRL dapat bergabung dalam antrian ini dengan lebih tertib.”

Seperti yang kita semua tahu, PT KCI juga meningkatkan jam buka KRL selama masa transisi.

Jam kerja harian akan dimulai dari 04:00 hingga 20:00, waktu Bank Dunia, dan akan mulai berlaku pada hari Jumat, 5 Juni 2020.

Waktu untuk kereta pertama berangkat dari zona penyangga ibukota WIB 04:00.

Kereta terakhir dari stasiun DKI di Jakarta berangkat pukul WIB 20:00.