JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Media sosial (medsos) banyak informasi yang salah tentang pencegahan penyebaran Covid-19 menjadi perhatian masyarakat.

Erlina Burhan, seorang spesialis paru di Rumah Sakit Persahabatan Umum Pusat (RSUP), menyayangkan hal ini. -Erlina meyakini informasi palsu akan semakin berbahaya jika masyarakat tidak memahami cara mencegah penyebaran virus corona.

“Memang benar masyarakat tidak bisa berperan aktif dengan melakukan pendidikan keagenan. Ini memang menjadi masalah. Pendidikan hanya bisa dilakukan melalui media massa. Bahaya informasi palsu di media sosial,” kata Ellena, Selasa (25/10). 21 Juli 2020) dalam konferensi pers virtual.

Elena menilai upaya yang dilakukan untuk memberantas virus corona akan kurang efektif jika kegiatan publisitas yang dilakukan oleh media massa tidak menarik perhatian masyarakat. Glass Screen Menjadi Juru Bicara, Dr. Reisa Terus Mengedukasi Masyarakat Tentang Pencegahan Covid-19

Baca: Temui Juru Bicara Baru Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito Mantan Ketua Tim dan Pakar

Salah satu hal yang harus diperhatikan publik Namun penyebaran virus corona bisa saja terjadi di tempat keramaian.

Misalnya, di kantor, tempat hiburan, tempat transportasi.

“Artinya jika ada keramaian, ada kemungkinan penularan (penyebaran Covid-19).”, Ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah terus mendorong masyarakat untuk memperhatikan pentingnya penerapan tata cara sanitasi dalam proses penerapan kebiasaan baru.

Mendorong penerapan regulasi Isu higiene adalah disiplin orang rajin menggunakan masker. cuci tangan.

Namun, driver pesan instan ini tidak hanya menarik. Namun, tindak lanjut yang efektif juga harus dilakukan.

Dia berkata: “Real-time, pengawasan di tempat.” “Kesepakatan sanitasi adalah mutlak, benar-benar diwujudkan dan tidak boleh dilaksanakan.“ Itu diabaikan, tapi ada tindak lanjutnya, ”tegasnya.

Artikel ini diposting di Di Kompas.com, bertajuk “Seruan Dokter Paru untuk Penyebaran Informasi Palsu Covid-19 Seliweran di Medsos Yang Membahayakan Masyarakat” oleh Archimad Nasruddin Yaya