Reporter Jakarta Tribunnews.com Fahdi Fahlevi (Fahdi Fahlevi) melaporkan – Juru Bicara Pemerintah Kota Jakarta Covid-19 Juru bicara pemerintah Achmad Yurianto mengkonfirmasi bahwa data kematian yang diungkapkan kepada publik adalah almarhum dan mereka telah mengkonfirmasi Korona itu positif.

Hingga Senin ini (20/4/2020), jumlah pasien korona-positif yang telah meninggal telah mencapai 590.

Achmad Yurianto mengatakan jumlahnya lebih rendah dari jumlah total kematian terkait korona. — “Kasusnya mati setelah dikonfirmasi oleh sebanyak 590 orang. Tentu saja, jumlah ini lebih rendah dari jumlah total semua yang mati,” kata Achmad Yurianto kepada kantor BNPB di Jakarta Timur, Senin (20/4/2020) .— -Baca: Ini adalah penjelasan pemerintah tentang jenazah, yang dimakamkan oleh prosedur Covid-19.

Dia menjelaskan bahwa semua kematian yang terkait dengan korona tidak disebabkan oleh Covid-19. -Ini memaksa pemerintah untuk tidak memasukkan jumlah total kematian dalam data kematian korona. – “Karena tidak semua kasus meninggal akibat Covid-19. Achmad Yurianto mengatakan:” Ada kasus lain yang tidak mati karena Covid-19. “Baca: Pembaruan: Indonesia memiliki 6.760 pasien positif, 747 pulih dan 590 kematian – sebelumnya, menurut Kompas.com, Presiden Asosiasi Medis Indonesia (IDI) Daeng M Faqih menyatakan bahwa Indonesia telah Korona terkait kematian telah mencapai 1.000. Jumlah ini berbeda dengan berita terbaru dari juru bicara pemerintah terkait Covid-19.