Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, aturan menjaga jarak fisik antara satu sama lain terus bergema di berbagai negara.

Mempertahankan jarak minimal 2 meter dari satu sama lain dianggap cukup aman dan mencegah penyebaran virus korona. — Sudah diketahui bahwa penyebaran coronavirus disebabkan oleh tetesan yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi ketika mereka bersin, batuk atau bahkan berbicara.

Namun, jarak 2 Jika kami mengutip penelitian terbaru yang dilakukan bersama oleh Talib Dbouk dan Dimitris Drikakis dan Institut Pertahanan dan Keamanan Universitas Nicosia di Yunani, jumlah meter tidak cukup. , Angin bisa membawa tetesan air hingga 6 meter jauhnya. Buat 1008 tetes air liur ke udara yang lebih dingin.

Para peneliti mempertimbangkan faktor-faktor seperti kelembaban, penguapan, kekuatan di mana tetesan menyebar, dan interaksi antara molekul air liur dan udara. -Menurut simulasi ini, kecepatan angin adalah 4 kilometer per jam, dan tetesan yang dikeluarkan oleh batuk dapat mencapai 6 meter dalam 5 detik.

“Ini penting karena melibatkan pedoman untuk menjaga jarak untuk memastikan kesehatan dan keselamatan, yang dapat meningkatkan pemahaman penularan. Dan menyebarkan penyakit melalui udara sehingga dapat dicegah,” kata Drikakis.

Namun, para ilmuwan lain percaya bahwa gerakan tetesan ke 6 meter mungkin tidak efektif dalam kasus penularan virus corona Covid-19.