Reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi (Fahdi Fahlevi) melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah akan berikan angka lebih tinggi dari virus corona atau layanan tes cepat terkait Covid-19 ke rumah sakit Atau lembaga kesehatan lain yang menjatuhkan sanksi kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Muhadjir Effendy) mengingatkan bahwa rumah sakit harus mematuhi batasan harga tes cepat maksimal Rp 150.000. Negeri- “Soal peraturan Menteri Kesehatan SE tentang batasan harga rapid test, jika rumah sakit mengenakan biaya lebih tinggi maka harus dikenakan denda,” kata Muhadjir kepada Jalan Medan Merdeka Barat, Kantor Departemen Koordinasi PMK, Jakarta, 7 September 2020) . -Muhagir menyatakan berbagai sanksi bisa dijatuhkan kepada rumah sakit yang melanggar. Sanksi ini bisa berupa peringatan keras. -Sebenarnya, menurut Muhajir, aparat penegak hukum bisa mengambil tindakan untuk melakukan rapid test jika terjadi pelanggaran batas tarif.

Muhajir tidak merinci detil sanksi yang akan dijatuhkan oleh aparat penegak hukum. Ini adalah domain perangkat. Seperti yang Anda lihat, ini melibatkan pasal tentang pelanggaran, tapi itu bukan bidang saya, “kata Muhadjir.

Seperti yang kita ketahui bersama, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan peraturan tentang batasan harga untuk rapid testing. National rapid testing– –Kementerian Kesehatan memberikan harga tertinggi untuk tes cepat sebesar Rp 150.000.

Batas biaya maksimum dari peraturan terkait diatur dalam Surat Edaran HK.02.02 / I / 2875/2020 untuk pengujian antibodi.