JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan perusahaan milik negara (BUMN) untuk membuka sawah baru sebagai tanggapan terhadap ancaman krisis pangan yang disebabkan oleh pandemi coronavirus (Covid-19). Kemudian pada Selasa (Selasa) 28/4 di Istana Bogor. Menanggapi hal tersebut, Wignyo Prasetyo, ketua Asosiasi Pengawas Makanan Indonesia (MAPPAN), mengatakan bahwa langkah ini memiliki arti strategis dan sejalan dengan kekurangan barang.

Bacaan: Dirudapaksa en Poulailler, seorang siswa Ksah Sad di Sekolah Menengah Gresik, mengungkapkan setelah 7 bulan kehamilan: “Alasan mengapa Presiden Jokowi meminta untuk membuka sawah baru tampaknya telah dipertimbangkan dengan cermat karena mengantisipasi pandemi Covid-19. Dampaknya akan menyebabkan kerawanan pangan. “Cukup lama. Ini juga menjamin ketahanan pangan, ”kata Vinnieu dalam keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Vennieu mengatakan, sawah baru yang akan dibuka nanti harus tanah alkali. H atau rawa. Ini tidak akan mengubah fungsi pengumpulan airnya.

Baca: Dilarang Pulang, Kementerian Perhubungan akan keluarkan regulasi turunan

“Dengan memperbaiki tata air dan pengelolaan pertanian lahan basah, serta menggabungkan fondasi lahan basah, katanya, di bidang pertanian Manajemen regional dapat memastikan ketahanan pangan jangka panjang dan peningkatan keanekaragaman hayati. -Dari segi ketersediaan air, lahan rawa juga dinilai lebih menguntungkan dibanding persawahan lainnya. Air di rawa dapat disuplai sepanjang tahun, sehingga lahan dapat diproduksi dan dipanen secara optimal pada musim kemarau.

Baca: Badan Intelijen AS: Virus Corona Bukan Buatan Manusia

“Optimalisasi rawa menurutnya sangat strategis karena rawa dapat mengurangi kekurangan beras yang biasanya terjadi.” Dari September hingga November bulan. Produksi padi rawa mencapai puncaknya terutama pada bulan Agustus hingga Oktober. -Untuk memastikan kebutuhan pangan, Wignyo juga menyarankan agar Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian Pertanian untuk melaksanakan rencana perluasan areal.

Baca: Inul Daratista’s Corona membagikan kabar Saipul Jamil saat berpuasa dan menulis sesuatu tentang teman-teman yang tidak jujur Masalah- “Penting juga baginya untuk mentransfer dana pedesaan dari Departemen PDT untuk masalah produksi pangan, dan mengabaikan rencana lain,” kata Wignyo. Dia berkata: “Dalam situasi krisis seperti saat ini, seharusnya tidak ada lagi Siapapun yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya diri dan kelompoknya. -Dalam rapat terbatas, terkait pembahasan kelanjutan kebutuhan sembako di Istana Bogor pada Selasa (28/4), Presiden Yokowi mengumumkan bahwa saat ini terjadi kekurangan beras di 7 provinsi dan kekurangan jagung di 11 provinsi. .