Laporan Reporter Tribunnews.com Reza Deni

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Percepatan Penanganan Covid-19 dan Ketua Pokja BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo menyebutkan akan ada kendala terkait standarisasi harga polymerase chain reaction (PCR) uji. — “Sebelumnya, Presiden juga menekankan pentingnya standardisasi harga bagi mereka yang perlu melakukan perjalanan dan harus lulus tes PCR,” kata Doni Monardo dalam siaran BNPB, Kamis (6) / 4/2020).

Setelah pertemuan terbatas (ratas) yang diadakan oleh Doni Monardo, sebuah konferensi video yang diketuai oleh Ketua Jokowi mempercepat tanggapan terhadap COVID-19 Manajemen pandemi, pertemuan diteruskan dokumen. (Tes PCR) Tidak ada biaya yang dibebankan kepada pejabat atau masyarakat, Pejabat atau masyarakat akan melakukan perjalanan dan meminta Menteri Kesehatan untuk menentukan standar harga. “

Harga uji PCR independen di banyak rumah sakit swasta berbeda-beda-beda, yakni antara Rp 1,9 juta hingga Rp 2,5 juta.

Di satu sisi, karyawan atau orang yang bepergian melalui udara diperbolehkan Hasil tes PCR negatif.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta untuk mempermudah jumlah merk alat tes Covid-19 polymerase chain reaction (PCR). Pasalnya, saat ini reagen PCR Banyaknya merek kit membuat uji spesimen tidak valid, dan merek berbeda, sehingga menghambat penerapan kit. “Setelah rapat terbatas menangani Covid-19, Muhadjir Effendy, Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mengatakan, (Kamis, 6/6 / 2020).

Baca: 194 WNI ABK MV V olendam berhasil dievakuasi ke pelabuhan Tanjung Priok

Dengan penyederhanaan br dan PCR kit diharapkan pengujian sampel menjadi lebih mudah dan mudah. Muhajidi mengatakan, selain itu, Presiden juga meminta hasil studi PCR anak-anak di Tanah Air diproduksi secara massal.