TRIBUNNEWS.COM – Malaysia Nahdlatul Ulama (PCINU) Pemimpin Kantor Hubungan Internasional Mahfud Budiono menjelaskan bahwa banyak pekerja migran Indonesia (TKI) yang telah berimigrasi ke Malaysia saat ini bekerja keras untuk menyelesaikan kehidupan sehari-hari mereka. Pemerintah Malaysia telah merumuskan kebijakan untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19.

“Dilaporkan secara tidak langsung bahwa warga negara Indonesia (warga negara Indonesia) yang merupakan pekerja migran tidak lagi memiliki penghasilan, sehingga kebutuhan makanan warga negara Indonesia rendah atau tidak dapat digunakan sama sekali,” lapor tribunnews.com, Mahfud Budiono di telepon mengatakan . Situs web NU Care-LAZISNU, Rabu (4 April 2020).

Pemerintah Malaysia memang telah mengeluarkan kebijakan pengendalian gerakan (PKP) atau pengendalian gerakan. Kebijakan -PKP bertujuan untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) mulai 18 Maret. Kebijakan tersebut awalnya berlaku hingga 31 Maret 2020, kemudian diperpanjang hingga 14 April 2020.

Selain itu, Malaysia juga dikawal ketat di bawah kepemimpinan polisi dan militer, memantau semua wilayah tanpa kecuali, dan memiliki penghalang jalan ke segala arah.

Kamis sore kemarin (2/04/2020) sore kemarin, pemerintah Malaysia juga mengeluarkan peringatan. Arahan baru membatasi pergerakan warga hingga maksimum 10 kilometer dari tempat tinggal mereka.

Dampak dari kebijakan ini akhirnya menyebabkan banyak TKI di Malaysia yang saat ini di-PHK dari pekerjaannya. Melihat hal tersebut, PCINU Malaysia sedang menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan dasar sebelum disalurkan kepada TKI. Mahfud mengatakan: “Penerima bantuan PCINU Malaysia tidak terbatas pada penduduk PBB, dan semua warga negara Indonesia di Malaysia tidak melihat latar belakang etnis dan agama.” -Mahfud menambahkan bahwa belum lama ini, PCINU Malaysia mulai mendistribusikan 500 paket kepada pekerja migran Bantuan 5 kg beras, 3.000 telur, dan 200 bungkus mie instan.