Laporan reporter Tribunnews.com Gleny Lazuardi

Jakarta Tribunnews.com-Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Buton Indah Kusuma Dewi mengungkapkan situasi mengejutkan yang terjadi di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Pandemi virus corona atau komunisme-19 .— Salah satunya terkait pendidikan.

Bacaan: Presiden Jokovy: Karena Cinta Keluarga, Kami Tidak Pulang – Menurutnya, Siswa dan Siswa Pulau Buton Membangun Sistem Pembelajaran di Rumah.

“Pendidikan ada konferensi atau sekolah online. (Ya, -red) siswa tidak punya ponsel. Internet kekurangan jaringan” dalam diskusi otoritas regional menghadapi wabah Covid-19, Sabtu (5/9/2020) , Dia mengumumkan.

Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa dan mahasiswa telah melakukan segala upaya untuk mendapatkan informasi. – “Para siswa naik ke atas biji anggur dan memasuki hutan. Beberapa siswa meninggal saat mencari di Internet. Dia berkata:” Saat mendaki di atas masjid, dia jatuh dan mati. Ia menjelaskan, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, ia juga berbicara tentang kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.