Laporan dari Trihanduntmo Malau, seorang reporter dari Tribunnews.com-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Pemerintah telah menskrining 7.400 orang di Indonesia untuk kerusakan rantai korona atau virus Covid-19.

“Terima kasih kepada orang-orang yang ditunjuk oleh laboratorium untuk pemeriksaan” Tentu saja, ada lebih dari 7.400 orang. Tentu saja, ini dilakukan dengan upaya bersama ribuan tenaga kesehatan di tingkat pusat dan daerah. “Pada hari Jumat, pada konferensi pers di gedung BNPB, juru bicara pemerintah untuk pengelolaan virus korona, Achmad Yurianto, mengatakan. 4 Maret 2020).

Baca: Polisi wanita Maluku diduga menyebarkan telegram Kulit kayu Halo, walaupun mereka meminta maaf, masih dalam proses hukum. Menurutnya, pemerintah akan terus “memeriksa untuk menemukan orang yang terinfeksi virus korona.” Achmad Yurianto mengatakan: “Salah satu kunci untuk memutus rantai ini adalah Temukan kasus baru dan temukan kasus positif yang masih di tengah-tengah masyarakat. ā€¯Untuk itu, pemerintah akan memiliki lebih banyak fasilitas uji Convid-19.

Baca: Bahas Faona, kritik Fadli Zon terhadap Corona bahwa kebijakan Jokowi sedang terjadi Perubahan: Mabuk – Achmad Yurianto melaporkan 196 kasus baru infeksi coronavirus positif (COVID-19). Di Indonesia, Jumat (3/4/2020).

“Konfirmasi yang dikonfirmasi lulus 196 tes laboratorium. Akibatnya, ada 1.986 kasus positif secara total,” kata Achmad Yurianto.

Baca: Ganjar Pranowo: Jika intervensi memungkinkan, wabah Corona akan berakhir pada Juni

Lalu, 22 pasien yang tersisa pulih, sehingga total 134 orang. — 11 orang lagi meninggal, totalnya mencapai 181 .

Gejala infeksi virus korona