Reporter Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Laporan Menteri Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi (Mendes PDTT) meminta Abdul Halim Iskandar menuntut daerah tersebut. Penanggung jawab mempercepat upaya sinkronisasi data secara langsung dan mendapatkan manfaat langsung dari bantuan tunai desa. Pendistribusian diharapkan segera selesai.

Baca: Mensos: Akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan diperkirakan meningkat 10% hingga 12% -terutama bagi warga desa yang terkena pandemi virus corona (Covid-19).

“Saya berharap bahwa semua pejabat daerah akan mempercepat sinkronisasi data yang disimpan untuk mempercepat distribusi BLT (bantuan tunai langsung, red) desa,” kata Abdul Halim sata pers pada hari Jumat, 2020 (8 / 5) Siarkan rapat di YouTube.

Halim mengatakan bahwa sebagai bentuk komitmen perhatian pemerintah yang diarahkan oleh Presiden Yokowi, dana desa akan didistribusikan kembali ke BLT.

Mendes menjelaskan bahwa karena pandemi Covid-19, dana di desa BLT akan mengalir ke orang miskin yang membutuhkan mata pencaharian, tetapi kebijakan pemerintah belum memberi mereka bantuan.

“Mereka yang belum menerima PKH pangan nontunai merupakan sasaran penerima dana desa. Selain itu, ada beberapa keluarga rentan, keluarga dengan penyakit kronis, yang juga tercatat sebagai penerima manfaat.” Halim .

Selain itu, Mendes Halim menjelaskan mekanisme transmisi dana desa BLT.

Baca: Ibas: Organisasi Masyarakat Ekonomi Timur Tengah yang paling terdampak pandemi Covid-19

Nanti, relawan desa binaan Lurah akan mendata RT, dan akan bekerja keras tiga Seorang sukarelawan desa mengumpulkan data. Jenis mata pencaharian ini harus mendefinisikan orang miskin. Nah, ini adalah indikator hilangnya mata pencaharian. Dia berkata: “Kami mengumpulkan data dari tiga orang, jadi lebih dari satu orang tahu bahwa sebuah keluarga itu miskin.”