JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Setelah Polri membuka kembali layanan yang sudah hampir tiga bulan ditutup akibat pandemi virus corona, banyak antrean muncul di Satpas dan mobil SIM seluler. Sejak Maret, April, dan Mei, perpanjangan kartu SIM telah habis.

Menurut Istiono, antrean tersebut terjadi karena beberapa orang yang masa berlaku kartu SIMnya sudah habis berkeinginan untuk memperbanyaknya. Bahkan jika Polri diberikan masa pembebasan.

“Pembebasan itu sudah kami berikan hingga 30 Juni,” kata Istiono, Sabtu (6/6/2020) setelah dikonfirmasi wartawan. — Baca: Orang Berpacu Waktu Kelola Kartu SIM. Kompolnas berharap Polri bisa memperpanjang masa pembebasan. Ke depan, jenderal berbintang dua itu bilang, Polri tidak bisa memperpanjang masa pembebasan. Kalau sampai 30 Juni, warga bisa menambahkan itu : “Masih sibuk mengantri untuk mengurus SIM.” “Situasi sebelumnya dikecualikan.” Kekhawatiran untuk ekstensi SIM, yang telah populer di jejaring sosial karena telah menjadi populer. Dari 2 Juni hingga 30 Juni 2020. Ini berlaku bahkan jika layanan SIM ditutup selama tiga bulan dari bulan Maret, April hingga Mei. Termasuk kartu SIM dan layanan profesional.

“Untuk meramalkan penyebaran COVID-19 selama PSBB dan transisi ke normal baru, polisi juga harus berharap lebih banyak orang akan bergegas untuk mengurus mereka melalui SIM, STNK atau BPKB untuk waktu yang lama. , “Kata Poengky saat menghubungi Tribunnews.com, Sabtu (6/6/2020).

Selain itu, Poengky juga meminta polisi nasional untuk menambah jumlah tempat di mana layanan diatur dan kendaraan bermotor digunakan untuk menghindari jumlah orang yang mengantri. — Dia ingat bahwa layanan ini harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak aman, membutuhkan administrator kartu SIM untuk memakai masker, dan menyediakan sabun untuk pembersih tangan dan tempat cuci tangan.