Dilaporkan wartawan Tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak mengambil sikap yang tidak mempedulikan kepentingan masyarakat. Ia berharap warga bisa mewaspadai kemungkinan penularan saat pulang.

Memang, jika mereka masih bertekad untuk pulang, kemungkinan terjadinya gelombang kedua korona di Jakarta akan tinggi. Makanya, jangan mengambil sikap tidak mengutamakan kepentingan banyak orang, ”kata Anies dalam jumpa pers di Balaikota DKI Jakarta Pusat, Jumat (22 Mei 2020). Menurut Anies, masyarakat harus mewaspadai. Untuk itu, meski secara fisik tidak menunjukkan gejala penyakit apapun, namun masih ada jenis penderita tertentu, dan sering disebut sebagai asimtomatik orang (OTG). — Oleh karena itu, tinggal dirumah harus bermanfaat bagi banyak orang dan mempercepat pengurangan penyebaran virus. -Baca: Gubernur Anies meminta warga untuk tinggal di rumah sebelum, saat dan setelah Lebaran menyatakan: “Banyak di antara kita yang terpapar Covid tidak ada gejala, karena tidak ada keluhan bukan berarti aman.” Kata DKI Anies sudah memberlakukan Berbagai regulasi telah diadopsi untuk mengekang perkembangan virus corona di Jakarta.

Dari Peraturan Gubernur No. 33/2020 tentang Pelaksanaan PSBB, sanksi dan pencekalan di Pergub 41/2020, Pergub 47 akan meninggalkan Jakarta DKI pada tahun 2020.- — Menurut Anies, setiap orang bisa dikenai sanksi tanpa terkecuali.Orang yang berkumpul dikutuk dan dihukum tanpa terkecuali.

Baca: Polda Metro Jaya masih mengusut kasus korupsi THR pejabat Kemendikbud

“Aparat Pemprov tidak hanya harus mengawasi tempat ibadah, tapi bisa juga mengutuk semuanya dan menjatuhkan sanksi karena perlu klarifikasi aturan. Semua kegiatan yang menyertainya, Anies mengatakan:” Banyak orang yang dilarang bersama. “