JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pimpinan kepolisian Siber Bareskrim menangkap Ali Baharsyah karena menyebarkan kebohongan atau kebencian di media sosial dan menyinggung presiden terbesar Indonesia, Yoko · Joko Widodo. -Karo Penmas dari Brigjen Pol Argo Yuwono Mabes Polri membenarkan bahwa Ali Baharsyah ditangkap di bagian timur Jakarta pada Jumat malam (3/4/2020).

“Orang itu ditangkap pada Jumat (3/4/2020) di Cipinang, timur Jakarta. Saat ini, di bawah pengawasan ketat penyidik ​​Siber Bareskrim,” Argo melaporkan di Tribunnews.com, Sabtu (4) / 4/2020) dalam konfirmasi.

Sebagai referensi, video Ali Baharsyah disebarkan di jejaring sosial.

Baca: Pada bulan Maret, polisi nasional menangani 72 penipuan menyebarkan virus korona

Ali Baharsyah mengatakan dalam video bahwa pemerintah telah menerapkan darurat sipil sebagai tanggapan terhadap wabah korona.

Bahkan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah mengadopsi kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) alih-alih darurat sipil yang dikeluarkan oleh Ali Baharsyah. Hukuman ini menghina Presiden Joko Widodo.

Baca: Sebar Hoaks (Sebar Hoaks) diduga Covid-19, tiga orang ditangkap oleh polisi

By the way, Presiden Internet Indonesia, Munas Alaidid (Muannas Alaidid) Ali Baharsyah (Ali Baharsyah) mengutuk bahwa investigasi kriminal polisi pada Rabu (1/4/2020) dengan nomor LP / X / 0184 / IV / 2020 / Bareskrim setuju untuk ditangkap.

Dia menghargai tahap investigasi kriminal. Polisi segera menanggapi laporan itu. -Ya, reporter ditangkap. Saya sangat berterima kasih kepada polisi nasional atas tindakan tegas mereka selama wabah korona, “katanya kepada Tribunnews.com.

Nasional Alaidid Muannas menambahkan bahwa keputusan tegas polisi nasional juga Adalah penulis penipuan khusus di jejaring sosial agar tidak memanfaatkan situasi pandemi yang sudah terjadi.