Laporan wartawan Tribunnews.com Lusius Genik

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Wakil Menteri PDTT Budi Arie Setiadi mengusulkan mekanisme harian pemutakhiran kasus pasien Covid-19 oleh kelompok kerja untuk mempercepat penanganan Covid-19, termasuk terkait Data pasien yang telah mengisolasi diri dan dirawat di rumah sakit (RS).

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Budi Arie kepada Ketua Pokja Covid-19 Doni Monardo pada rapat Kabinet. Untuk mengubah pengumuman Covid-19, “kata Budi Arie di Tribun Jakarta, Kamis (2020/7/16). – Selama ini update harian Satgas Covid-19 hanya memuat data pasien positif, dan pasiennya. Sembuh .

Baca: Dari 1.291 orang yang dirawat di RS Wisma Atlet, pasien positif Covid-19 masih terus meningkat

Angka itu belum termasuk data pasien terisolir yang dirawat secara mandiri, lanjut Budi Arie, Membuat publik tidak mengetahui lokasi potensi ancaman virus.

“Berdasarkan model pengumuman saat ini, kami tidak pernah tahu di mana ancaman tersebut. Kita harus beri tahu berapa orang yang aktif, berapa rumah sakit yang mengisolasi diri, dan rumah sakit mana ini, “kata Budi Arie. Virus Covid-19 juga mudah tertular karena tidak pernah tahu siapa. Karantina independen .

“Apakah kami tahu nomor ini untuk karantina mandiri ini? Ia mengatakan, misalnya, dari 80.000 orang, berapa yang dirawat di rumah sakit dan berapa yang diisolasi secara mandiri. -Harus dikatakan bahwa ada beberapa ribu. Misalnya, orang Indonesia mengetahui bahwa dari 80.000 orang, ada yang diisolasi di rumah sakit, “sambung Budi Arie.-Atas dasar itu, Budi Arie meminta working group Covid-19 untuk” memasukkan data isolasi diri dan menerima perawatan. Dari pasien. Di rumah sakit, kasus Covid-19 diperbarui setiap hari.

Baca: Kepala Staf TNI AD Minta Perlakuan Tepat dan Cepat terhadap Mahasiswa Secapa AD yang terpapar Covid-19-utamanya untuk menyadarkan masyarakat akan ancaman virus Covid-19, “Jika Anda menambahkan isolasi mandiri dan mendapat perawatan di rumah sakit, masyarakat bisa hati-hati, bisa terlacak, dan datanya bisa didapat, jadi semua orang tahu, ‚ÄĚtutup Budi Arie.