JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah Penanggulangan Virus Corona, mengimbau masyarakat untuk tidak menyiratkan bahwa semua orang yang meninggal dalam pandemi tersebut terinfeksi virus corona. Mengingat masih banyaknya pemberitaan tentang penyebaran jenazah almarhum, maka jenazah tersebut tergolong penderita HIV positif Covid-19. ).

– Yuri menjelaskan yang perlu dipahami oleh masyarakat adalah tidak aman jika jenazah yang dikubur dan pengelola penyakit menular adalah pasien yang meninggal dunia karena Covid -19. Yuri mengatakan penyakit menular yang dimaksud antara lain HIV, AIDS, hepatitis B, difteri, Ebola dan Covid-19. Nah, mereka yang terkubur oleh penyakit menular pasti dinyatakan positif Covid-19. Karena memastikan positifnya jenazah Covid-19 merupakan konfirmasi positif dari uji laboratorium, ”kata Yuri. Dalam pengawasan (PDP) yang meninggal tetapi hasil laboratorium tidak menunjukkan positif Covid-19, pemerintah tidak akan mendaftarkannya sebagai infeksi. Mayat penyakitnya. ”Kata Yuri. ——Yuri menjelaskan bahwa tidak ada alasan untuk menolak mayat tersebut. -Ini juga berlaku untuk orang yang meninggal akibat penandatanganan dengan Covid-19. — “Organisasi Profesi MUI Kementerian Kesehatan menyatakan tidak ada alasan untuk menolak jenazah,” kata Yuri.

Jika beberapa mayat telah dinyatakan positif Covid-19, Yuri merekomendasikan untuk melindungi mereka sesuai standar. -Dengan “pastikan tidak ada cairan yang keluar dari jenazah, maka jenazah harus dibungkus dengan plastik, dimasukkan ke dalam peti, dan selalu diberi pengawet (setelah dimasukkan)”, tambah Yuri (Kompas.com/Dian Erika Nugraheny) -Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemerintah: Jangan Pikirkan Semua Orang Yang Meninggal Akibat Pandemi Covid-19”