Menurut Lingga Arvian Nugroho, seorang reporter dari TribunnewsBogor.com, TRIGUNNEWS.COM, BOGOR-di Bogor, Jawa Barat, dan para pejabat yang marah dengan pejabat yang menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) ternyata menjadi teman Bogor Bima Arya (Bogor Bima Arya) ) Sekolah Walikota.

Meskipun Bima Arya adalah teman sekelas, dia menekankan bahwa dia tidak akan ikut campur dalam proses hukum yang sedang berlangsung.

“Aturannya harus dipatuhi,” kata Bima Arya saat menghubungi TribunnewsBogor.com, Selasa (5/5/2020).

Saat ini, Endang Wijaya alias EW adalah objek pemeriksaan polisi.

Belum lama berselang, Bima Arya juga sempat menjelaskan aturan PSBB sehingga orang tersebut tahu.

Baca: Warga Cakung siap untuk berbagi tugas dengan tetangga mereka. Jangan mendapatkan bantuan- – “Jadi, saya meminta semua orang untuk menyadari bahwa ini tidak menyebabkan kesulitan, tetapi untuk menyelamatkan umat manusia, tolong pahami dan patuhi mereka, dan akankah Mereka bersatu, “kata Bima Arya saat rapat di stasiun, Senin (4/5/2020). Bogor — Bima Ary menjelaskan bahwa setiap aturan PSBB yang berlaku adalah sama.

Tentang aturan ini, penumpang tidak boleh duduk berdampingan. Mengawal petugas PSBB.

Baca: Sudah berusia 41 tahun, diyakini bahwa Valentino Rossi dapat mengemudi selama 4 tahun lagi

“Untuk politik mobil, jelas bahwa pengemudi berada di depan penumpang di belakang pengemudi, jika suami dan istri dapat berdampingan nanti, maka Bagaimana dengan taksi online? Ini sangat sulit. Pialang tidak dapat mengajukan pertanyaan untuk membuka pintu untuk menemukan akta nikah, sementara yang lain merepotkan, “kata.

Bima Arya mengatakan bahwa jika pengguna kendaraan dengan roda empat atau lebih dibandingkan dengan kendaraan dengan roda dua, akan ada kemacetan jangka panjang dan kemacetan lalu lintas. .

“Yah, itu tidak mudah, semua orang harus bisa menyesuaikan jarak.