TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan akan menunda atau membatalkan pelaksanaan ziarah tahun ini, dan berita yang ramai telah beredar di media sosial youtube dan facebook.

Editorial Tribunnews.com, pastikan video tersebut adalah penipuan. Pada hari Selasa (24/3/2020), pernyataan yang ditampilkan dalam video berbeda dari judul atau subtitle video. – Pernyataan itu menegaskan bahwa sejauh ini, pemerintah Saudi belum membuat keputusan tentang pelaksanaan ziarah pada tahun 2020 hingga munculnya virus Covid-19 atau Corona.

Ketika diedarkan di jejaring sosial di saluran youtube, kami mengeluarkan pernyataan: “Korea Utara dapat dituntut tahun ini; pemerintah Saudi.”

Atas nama Wan Mohamad (Wan Mohamad) Film pendek di akun Facebooknya terdistorsi dalam bahasa Arab. Perusahaan tidak melakukan transaksi pembayaran hotel, transportasi, dan tiket pesawat.

Pekerjaan persiapan untuk Hao Ha di Indonesia

Kementerian Agama Indonesia memastikan bahwa pekerjaan persiapan untuk Ha 1441 H / 2020 M berlanjut. Bahkan mulai hari ini, biaya perjalanan ke J (Bipih) akan tetap buka hingga 17 April. – “Persiapan untuk aj DPRK akan terus di seluruh negeri dan selama proses penyediaan layanan di Arab Saudi,” kata direktur jenderal DPRK dan Ullah. Kepala Departemen Agama Nizar Ali dikonfirmasi pada “Kamis (19 Maret 2020) ketika dikonfirmasi.” – Nizar mengakui surat dari Menteri Arab Saudi Ha dan Umra kepada Menteri Agama Indonesia Fachrul Razi.