JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar uji cepat Covid-19 di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis (4/6/2020). Skala Besar (PSBB).

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan sangat penting dilakukan quick test untuk memastikan seluruh pegawai KPK dan seluruh jajaran KPK dipastikan bebas Covid-19, termasuk narapidana. — Selain itu, kata dia, selama ini masih ada pegawai KPK yang harus menjalankan tugasnya di lapangan. — Baca: Kasus Nurhadi Bisa Berkembang ke TPPU, Bukti KPK Banyak-Fei Li Mengatakan: “Tugas pokok tidak akan pernah tertunda. Harus dibarengi dengan kepedulian kita terhadap kesehatan semua pihak.”

Eliminasi Tes cepat yang diselenggarakan oleh Komisi Korupsi akan berlangsung selama empat hari, yakni 4, 5 Juni, dan 9 Agustus 2020.

Diperkirakan 1.972 orang akan lulus tes cepat. — Angka tersebut meliputi 1.862 pegawai KPK, 44 aparat keamanan, 16 tim Stranas PK dan 50 tahanan.

Selain itu, KPK juga setiap hari melakukan quick test terhadap pelapor yang menutupi selimut di kantor. Gedung KPK.

Firli mengatakan KPK akan terus menjalankan tugasnya dengan menerapkan perjanjian kesehatan wajib selama pandemi Covid-19.

Pada masa orde baru ini, jam kerja KPK akan kembali normal, yaitu Senin sampai Jumat pukul 08.00-17.00 hingga Jumat pukul 17.30

Kebijakan lain saat ini adalah, KPK akan mengadopsi rasio 50/50 dari sistem status pegawai yang sebenarnya, yaitu 50% bekerja di kantor dan 50% bekerja di kantor. Untuk pengaplikasian wajib menggunakan masker, mengevakuasi jenazah saat duduk di tempat kerja, ruang rapat atau elevator, dan sering mencuci tangan dengan sabun. “Perluasan Covid-19,” kata Firli.