Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Juru bicara pemerintah Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, peningkatan kasus positif corona ini karena pelacakan aktif.

Kasus lainnya adalah spesimen yang dikirim oleh Puskesmas atau dinas kesehatan di wilayah tersebut, tidak didominasi oleh hasil yang dilaporkan oleh rumah sakit.

“Meningkatnya kasus positif karena adanya active tracking, sehingga terlihat sebagian besar kasus lainnya merupakan sampel yang dikirim oleh Puskesmas atau Dinas Kesehatan,” kata Achmad Yurianto kepada tim peneliti Media Center Graha Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta Badan Nasional (BNPB) Percepat Tugas Penanganan Covid-19, Rabu (10/6/2020).

Baca: Dulu, Wahati melahirkan anaknya di bawah jembatan dan kini berada di hutan tanpa bantuan. –Menurut Achmad Yurianto, ini membuktikan pelacakan aktif bisa mendapatkan banyak kasus positif dan mengendalikan penyebaran virus. Di Bawah Pimpinan Mantan Pres, Ident Joko Widodo.

— Baca: Di Corona, Indonesia, Jumlah Dokter yang Meninggal Meningkat Jadi 34 dalam 3 Bulan. Berikut Daftarnya- “Ini Buktinya Memang, Pelacakan aktif akan dapat menemukan hal-hal positif sebanyak mungkin. Dia berkata: “Tentu saja, kami ingin mengisolasi situasi ini se-mandiri mungkin agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain.

Berdasarkan pelaksanaan data yang dilaporkan oleh pokja nasional, diketahui bahwa semakin banyak kasus positif yang terjadi dan meningkat.

Namun jika dirinci menurut provinsi, sebagian besar Ini sudah dalam keadaan stabil .

Baca: Dunia STAN lama mempromosikan persatuan Indonesia

“Kita bisa lihat dalam skala global, kita masih tumbuh, tapi kalau kita analisis menurut provinsi, besar Sebagian besar provinsi sudah dalam keadaan stabil, ”jelas Achmad Yurianto.