TRIBUNNEWS.COM-GARUT-Sampai hari ini Jumat (29 Mei 2020), desa Samida di distrik Selaawi Garot telah dikarantina setelah tiga warga yang Covid-19 positif. –Rencanakan untuk karantina selama 14 hari sampai area tersebut dikarantina. Pengumumannya bersih.

Helmi Budiman, wakil bupati Garut, mengunjungi Samida dan mengatakan bahwa tindakan karantina diambil oleh Kabupaten Garut karena ada pasien baru di Seravi. –Dia juga memutuskan untuk menerapkan PSBB di Selaawi. — “Di Sam Tian”, tingkat reproduksi (virus) sudah cukup untuk siswa. ODP, PDP juga sangat tinggi, “kata Hermi, Jumat (29 Mei 2020).

Rencana karantina di desa.

Tapi, jelas ini akan diterapkan di desa kecil.

Baca: UPDATE Kasus COVID-19 Ambon: 172 kasus positif, 26 kasus sembuh, dan 6 kasus meninggal dunia

“Ada ODP, PDP dan positif di desa kecil. Ada 560. Kami akan mengisolasi KK. Nanti, kita akan mencari desa lain. Ia mengatakan: “Jika perlu karantina, mereka akan dikarantina.” Untuk menerapkan PSBB di Seravi, Helmi menyatakan akan membatasi pergerakan orang pada malam hari.

Karena dari siang ke malam, potensi reproduksi virus lebih cepat daripada siang hari.

“Setiap kegiatan, bila PSBB dibatasi, terutama kegiatan malam hari. Seharusnya tidak ada orang di luar,” ucapnya.

Helmi menunjuk ke arah dengan keras dan mengimbau orang untuk tidak keluar terlambat.

Dia juga mengatakan bahwa berbagai kegiatan sekali lagi dibatasi. Katanya: “Kalau malam hari virusnya kuat karena tidak terpapar sinar matahari. Daya tahan tubuh kita lemah.” Id dengan gelar tersebut berada di sebuah desa di kawasan karantina setempat Selaawi Garut, dengan 3 warga. Ulasan positif, “ODP dan PDP juga sangat tinggi”