JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah harus melakukan perlawanan serius terhadap penyebaran Covid-19.

Dampak wabah Covid-19 terhadap perekonomian nasional sangat besar. Apalagi epidemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia dan China, tetapi juga terjadi di berbagai belahan dunia.

Semakin menular, jangka panjang dan luasnya epidemi Covid kesembilan belas, semakin besar dampak negatifnya terhadap perekonomian nasional dan semakin banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian mereka. Ini akan merusak agenda pembangunan dan pengeluaran negara dan pengeluaran karyawan. Pengamat Ekonomi Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Indonesia mengatakan kepada wartawan di Jakarta (INDEF), Senin (11/5/2020). Dradjat Wibowo melanjutkan bahwa pemerintah harus mengambil langkah-langkah stimulus ekonomi yang tepat.

Kita harus terus mengoptimalkan dan melindungi sektor industri mana yang masih berfungsi dengan baik, dan dapat memberikan pendapatan fiskal dan menyerap tenaga kerja.

Industri produk tembakau adalah salah satu industri yang menyerap banyak tenaga kerja dan mengalihkan perekonomian dari sektor riil dari kota ke pedesaan.

Selain itu, sektor industri juga menyediakan pendapatan fiskal untuk negara melalui pajak konsumsi dan pajak fiskal lainnya.

Baca: Perusahaan Fintech yang meminta sumbangan untuk mengembangkan vaksin Covid-19 juga akan memberikan bantuan angsuran

Baca: Maudy Ayunda menyingkirkan masa lalunya yang nakal dan tidak kembali ke sekolah menengah

Membaca: Memutar film “Miracle in Prison 7”, dibandingkan dengan Mahin De Jongh, Mawar De Jongh siap – Karena itu, untuk menyelamatkan ekonomi, jika pemerintah Untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada sektor industri lain, maka di luar asas keadilan, industri rokok juga harus mendapat perlindungan dan perhatian pemerintah.

“Saya pikir industri rokok (karena epidemi Covid-19) akan terkena dampak buruk karena padat karya dan memiliki banyak pekerja wanita. Oleh karena itu, saya pikir ini adil, jika itu akan membantu industri rokok. Jangan terus mengalahkan Industri rokok. “Ini masalah keadilan,” kata Drajad.