Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan fleksibilitas dan otonomi kepada kepala sekolah dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) reguler. Penyesuaian kebijakan dikeluarkan untuk mendukung implementasi pembelajaran keluarga sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran penyakit coronavirus (Covid-19).

“Kami telah memberikan fleksibilitas panduan untuk kepala sekolah, tetapi masih banyak kepala sekolah yang tidak puas dengan implementasi. Oleh karena itu, kami telah memasukkannya dalam peraturan, yang berarti” jelas diizinkan “, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan dalam panggilan konferensi online yang diadakan di Jakarta, Rabu lalu, PAUD dan Penjabat Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Direktur Jenderal PAUD Dik Dasman) Hamid Muhammad menjelaskan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 19 tahun 2020 memberikan kepala sekretaris kekuatan untuk menggunakan dana normal BOS untuk membayar gaji guru alih-alih menggunakan persentase gaji lembaga negara sipil (ASN) dan tidak lagi membatasi maksimum 50 %, tetapi bisa lebih .

Baca: Nadiem memastikan bahwa dana BOS dapat digunakan untuk membeli paket data untuk guru dan siswa – “Persyaratan untuk guru honorer juga menjadi lebih fleksibel dan tidak lagi terbatas untuk memiliki NUPTK (satu-satunya pendidik) Jumlah guru dan pendidik). Namun, guru honorer masih perlu mendaftar di Dapodik (Data Pendidikan Dasar) sebelum 31 Desember 2019, tanpa menerima tunjangan profesi dan bertanggung jawab atas pendidikan, “kata Hamid Muhammad di Jakarta, Jumat (16/4). — Selain itu, kepala Kantor Ombudsman dan Unit Pendidikan Kesetaraan juga mendapat manfaat dari fleksibilitas dalam pengelolaan Dana Bantuan Bisnis (BOP).

No. 20, 2020 Permendikbud juga merevisi persentase kehidupan pelayanan dana BOP dibagi berdasarkan kategori penggunaan Ketentuan yang sebelumnya tidak berlaku.

“Penggunaan BOP PAUD dan biaya yang sama dan biaya transportasi untuk pendidik sekarang juga diperbolehkan. Hamid menjelaskan, Administrasi Umum Pendidikan Dasar PAUD menambahkan bahwa BOS dan BOP PAUD reguler dan pendidikan yang setara dapat digunakan untuk membeli kredit / data untuk pendidik dan siswa untuk mempromosikan pembelajaran online. Selama Covid-19, BOS dan BOP juga Dapat digunakan untuk membeli alat penunjang kebersihan, seperti sabun tangan, desinfektan dan masker.

Hamid mengatakan sesuai dengan penggunaan dan alokasi dana BOS atau BOP juga fleksibel untuk memenuhi kebutuhan sekolah / dinas pendidikan yang berbeda.