Seorang pekerja di TRIBUNNEWSCOM-Blitar, Bangladesh, meninggal karena penyakit selain 19 tahun, dan tubuhnya diperlakukan sebagai korban korona.

Seorang tukang dari Kabupaten Blitar Kanigoro meninggal di Bekasi, Minggu (29/3/2020) siang. .

Meski diduga korban meninggal akibat penyakit lain, namun proses pemakamannya sangat hati-hati.

Korban dimakamkan di pemakaman desanya pada hari Minggu malam atau sekitar jam 11: 00 WIB WIB .

Membaca: Liga Pemuda Antipeluru (BTS) memberikan dukungan yang antusias. Staf medis memberikan penghormatan kepada penggemar untuk berurusan dengan korona Wabah virus-Baca: Krisdayanti menghadiri rapat pleno online-Baca: Suara Anies Baswedan mengguncang pemakaman 238 mayat: Di antara penduduk sehat ini bulan lalu-48 pekerja L tubuh segera dibunuh Terkubur, tidak ada tindakan lebih lanjut.

Bahkan jika orang yang dikuburkan bukan penduduk setempat, mungkin itu adalah dokter Christina mengatakan: “Ini ketika dia tiba di Blitar. Tubuh korban segera dimakamkan tanpa perawatan lebih lanjut.” Departemen Kesehatan Kabupaten P2P Blitar ( Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Yekti, Senin (30/3) – Penyebab kematian korban, menurut Krisna, hanya didasarkan pada catatan hasil medis rumah sakit, dan merawat korban sebelum napas terakhir.

Ketika korban yang sakit dibawa ke rumah sakit di Jakarta. Berdasarkan hasil rekam medis, diduga bahwa kematian korban disebabkan oleh penyakit jantung.