JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Kepolisian Republik Indonesia membubarkan 1.371 orang karena masih berkeinginan berkumpul di tengah bahaya wabah virus corona. Brigjen TNI Argo Yuwono kepada Mabes Polri Karo Penmas dalam keterangan yang disampaikan kepada Bareskrim Polri, Kamis (26/3/2020). TNI dan pemerintah daerah.

Baca: Dua perempuan yang ditangkap dalam hubungan serupa sedang mengedarkan narkoba

“Ini akan berlanjut setelah Kapolri mengeluarkan pernyataan penghormatan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengelola penyebaran virus corona.

Informasi Diketahui Nomor: Mak / 2 / III / 2020 melarang kehadiran massa dan kegiatan yang menyebabkan massa berkumpul. -Jika ditemukan perilaku yang bertentangan dengan massa masyarakat, maka SK tersebut. Anggota Polri harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Ambil langkah-langkah kepolisian seperlunya. Terlepas dari imbauan persuasif dan humanistik anggota Polri, mereka dapat terancam sanksi pidana. -Menyusun sejumlah pasal, yaitu Pasal 212, Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP tertinggi Hukumannya satu tahun empat bulan atau denda maksimal 4.500 rupee.