Laporan Tribunnews.com Reporter Rina Ayu-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menjelang Ramadhan, Kementerian Agama merilis panduan menghimpun zakat fitrah atau zakat, infaq dan shadaqah (ZIS), Senin ( 06/04/2020). — Panduan ini dikeluarkan sebagai tanggapan atas wabah korona atau Covid-19 di Indonesia.

— Fachrul Razi, Menteri Agama, berharap umat Islam bisa segera membayar harga atau aset jahat sebelum memasuki Ramadhan. -Menurutnya, dengan cara ini zakat bisa disalurkan kepada Mustahik (penerima zakat) secepatnya.

Baca: 4 tips mengelola dana THR, jangan sampai uang THR habis, mulailah berinvestasi!

Berikut adalah pedoman yang dapat diikuti oleh organisasi penghimpun zakat, pembayar zakat, dan penerima zakat untuk terus memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan perjanjian sanitasi:

1. Bagi organisasi pengelola zakat, penghimpunan zakat sedapat mungkin dikurangi dengan cara tatap muka di tempat keramaian dan kontak fisik di cabang terbuka.

Ini telah digantikan dengan sosialisasi pembayaran zakat melalui layanan penarikan zakat dan layanan transfer kawat. : ICW menyerukan pernyataan Jokowi tentang narapidana korupsi untuk memberikan peringatan keras kepada Yasonna

2. Organisasi pengelola zakat melakukan penghimpunan zakat melalui Unit Penghimpunan Zakat (UPZ) dan di masjid, mushola, dan tempat pengumpulan zakat lainnya di masyarakat. Komunikasi menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai. (Organisasi) di lingkungan sekitarnya. Memastikan organisasi pengelola zakat, lingkungan masjid, mushola dan tempat-tempat lain melakukan pembersihan rutin ruang zakat dan lingkungan resepsi, terutama gagang pintu, saklar lampu, komputer, keyboard, alat perekam, tempat penyimpanan dan tempat-tempat lain yang sering dipasang . Pegang dengan tangan. Gunakan personel yang berkualifikasi untuk melakukan tugas pembersihan dan gunakan agen pembersih yang sesuai untuk tujuan ini.