TRIBUNNEWS.COM-Mengantisipasi bahwa hak-hak dasar anak-anak tidak akan dihormati karena dampak pandemi Covid-19, Komite Perlindungan Anak Nasional (Komnas PA) dan Kementerian Sosial (Kementerian Sosial) telah bekerja sama untuk memberikan bantuan sosial dalam bentuk 250 kemasan makanan ( Asisten sosial). -Tim Aksi Solidaritas Anak Indonesia memberikan bantuan sosial kepada anak-anak dalam menanggapi pandemi Covid 19 pada Kamis (23 April 2020).

Bantuan sosial menunda orang tua anak-anak yang kehilangan pekerjaan atau penghasilan karena Covid-19 pengaruh.

Baca: Kisah Kemiskinan Akibat Virus Corona, Dipaksa Perebutan Makan Hingga Hanya Minum Satu Galon Air

Selain bekerjasama dengan Kementerian Sosial, Ketua Komite Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, Bantuan sosial ini juga digalang melalui donasi dari anggota masyarakat dari berbagai sumber.

Paket kesejahteraan ini diserahkan oleh Arist dan Sekretaris Jenderal Komite Kesejahteraan Anak Nasional Dhanang Sasongko (Dhanang Sasongko) dan Lia Latifah (Lia Latifah) pada anak-anak nasional Ditransfer di bawah kerjasama langsung dari halaman komite perlindungan.

Menurut Arist, karena dampak COVID-19, distribusi program-program bantuan sosial adalah karena realisasi hak-hak anak yang tidak mudah.

Arist memperkirakan bahwa kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di banyak daerah akan berdampak pada anak-anak.

Selain itu, di wilayah DKI Jakarta, PSBB diperpanjang hingga 28 hari. — Arist mengatakan bahwa kebijakan ini secara otomatis akan membuat anak-anak diharuskan tinggal di rumah lebih lama, dan beberapa orang tua akan kehilangan penghasilan.

“Tentu saja, ini pasti akan menambah beban pada orang tua, mereka telah kehilangan banyak pekerjaan dan penghasilan,” kata Arist dalam pidatonya, Kamis (23/4/2020).