Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Lydia Gresari Br Sembiring mengaku mendapat panggilan psikologis saat memutuskan bergabung dengan relawan medis dari Covid-19 Accelerated Treatment Working Group.

Lydia, seorang ahli gizi, memutuskan untuk memperebutkan mahkota setelah bertemu banyak staf medis, sampai dosennya sendiri meninggal karena virus. Lydia mengatakan kepada dokter dan perawat di kantor BNPB di Jakarta pada Rabu, 29 April 2020.

Namun, Lydia menyadari bahwa dia setidaknya dapat membantu staf medis dan pasien dengan memberi mereka nutrisi yang tepat. – “Mungkin aku tidak mengatakannya sebelumnya. Tapi setidaknya kami ahli gizi,” kata Lydia. “Saya mendorong tenaga medis untuk memiliki kekebalan yang paling besar, pasien juga bisa sembuh dengan cepat, dan tenaga medis bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pasien PDP dan Covid.” Bacaan: Tidak hanya 15 negara di Korea Utara yang mengklaim tidak ada keluarnya cairan korona, tetapi ada juga beberapa Kisah tragis human retention-Lydia menyebutkan bahwa nutrisi yang tepat sangat penting bagi tenaga medis, dan nutrisi yang baik dapat melatih imunitas tenaga medis dalam Covid-care sebanyak 19 pasien.

Dia dan ahli nutrisinya selalu mengklaim melakukan yang terbaik untuk memungkinkan staf medis dan pasien memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi korona membangun sistem kekebalan dengan menyediakan makanan kaya protein untuk staf medis dan Lydia.

“Karena salah satu hal yang menunjang daya tahan tubuh adalah sumber protein”, seperti ayam, ikan, dan daging sapi. Lydia berkata: “Di sana, kami menggabungkan semuanya dengan perawatan yang berbeda dan bentuk yang berbeda. -Partainya terus melakukan perubahan untuk memberikan nutrisi terbaik kepada staf medis dan pasien. -Bahkan ahli nutrisi Survei juga dilakukan untuk meningkatkan pasokan makanan padat nutrisi.