TRIBUNNEWS.COM Jakarta – Sekretariat Daerah DKI Jakarta mengeluarkan Surat Edaran No. 38 / SE / 2020, yang mencakup sistem kerja layanan sipil di lingkungan pemerintah provinsi DKI di Jakarta. Mengatur sistem distribusi waktu kerja PNS yang berlaku mulai Senin, 8 Juni 2020. -Dan seperti bagian karyawan yang bekerja di kantor, shift kerja, dan mengajak mereka untuk bekerja dari rumah.

Setelah mengkonfirmasi surat itu, orang yang bertanggung jawab atas Chaidir DKI Jakarta dikonfirmasi. (6 Juni 2020) .————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— Hingga 50% dari total jumlah karyawan, jarak desain resi dan jenis kendaraan yang digunakan. SE menulis dengan SE: “Setiap hari kerja (50%), pekerjaan kantor (50%) satu hari.” “Karyawan SEA hanya dapat menyelesaikan 50% dari total jumlah karyawan.”

Jadwalkan setidaknya 7,5 jam untuk karyawan yang bekerja di kantor setiap hari. Sistem shift dibagi menjadi dua bagian, terpisah 2 jam.

Jam kerja departemen adalah Senin hingga Kamis, pukul 7:00 hingga 15:30 pada kuartal pertama, pukul 09:00 hingga 17:30 pada kuartal kedua. Jumat, 7 pagi sampai 4 sore waktu Indonesia Barat dan 9 pagi sampai 6 sore waktu Indonesia Barat. Ada juga 7,5 jam waktu kerja per hari di rumah.

Surat edaran ini ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Saefullah DKI Jakarta dan akan dimulai pada hari Senin, 8 Juni 2020. Dieksekusi pada 8 Juni 2020, “simpul surat yang ditandatangani Saifullah, Sekretaris Daerah DKI.