JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah dan legislatif Republik Demokratik Rakyat (Baleg) menggelar rapat kerja di gedung DPR pada Selasa (14/4/2020) untuk membahas RUU komprehensif (Cipta Karya).

Ketua DPR Supratman Andi Agtas mengatakan, agenda kemarin adalah rapat legislatif DPR dengan pemerintah, meminta pemerintah menjelaskan RUU dan pandangan fraksi tentang penciptaan lapangan kerja. Sapratman mengatakan pada pertemuan antara legislatif dan pemerintah tentang “Undang-Undang Hak Cipta”: “Diskusikan daftar masalah dan ambil sikap fraksi-fraksi kecil.” Ini menjelaskan maksud dan tujuan RUU tersebut.

Baca: Untuk Dukung Pencegahan Covid-19, Kementerian ATR / BPN membentuk Pokja

Bacaan: Giring Ganesha Bilang Tidak Ada Kemungkinan Kembali. Bacaan: Prilly Latuconsina Tutup Semua Makanan dan Minuman Akibat Pandemi Virus Corona Menteri Koordinator Industri-Ekonomi Airlangga Hartarto (Airlangga Hartarto) mengatakan bahwa “UU Cipta Kerja” bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja terbesar, bahkan di Indonesia, dalam rangka untuk hidup layak. , Ketenagakerjaan, kemudahan pemberdayaan, perlindungan UMKM dan koperasi.

Berikutnya, kemudahan berbisnis, dukungan riset dan inovasi, tata kelola pemerintahan, sanksi, pembebasan lahan, investasi dan proyek strategis nasional, dan terakhir kawasan ekonomi. -Diminta Tunda – Partai Demokrat dan Fraksi PKK meminta agar pembahasan hukum komprehensif terkait Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (RUU) ditunda selama pandemi. Kami korona atau covid-19.