TRIBUNNEWS.COM-Pada hari Senin, Presiden Jokowi mengadakan pertemuan terbatas lainnya (Latas) melalui konferensi video untuk mempercepat pengelolaan pandemi Covid-19 (Senin (4 Januari, 2020) hari)). Setidaknya ada tiga poin penting dari tes reaksi berantai polimerase (PCR) untuk pengembangan vaksin Covid-19, Jokowi telah mengajukan batasan yang jelas.

Setelah pengantar komprehensif untuk pengenalan Jokowi di perbatasan hari ini.

Baca: Bagaimana Jokowi merilis keinginannya dengan dua cucu pada virus pandemi Corona

Tes PCR — -Jokowi mengatakan ia tidak puas dengan tes sampel menggunakan metode PCR

Jokowi Menurut laporan yang diterimanya, saat ini memungkinkan bagi Indonesia untuk melakukan tes oleh PCR untuk mendeteksi Covid-19 yang mencapai 4000 hingga 5000 per hari.

Menurut walikota Solo yang dikutip di saluran YouTube KompasTV, angka di atas tidak sesuai dengan tujuan yang dia tetapkan.

“Jauh dari tujuan terakhir saya, ada 10.000 spesimen per hari,” katanya.

Jokowi juga menginformasikan pada kesempatan ini bahwa kelompok kerja yang saat ini mempercepat manajemen Covid-19 memiliki 104 laboratorium uji dalam jaringan laboratorium Covid-19.

Dia berharap 104 laboratorium dapat mendeteksi Covid-19 paling banyak.