TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong universitas untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat digunakan untuk memerangi pandemi coronavirus (Covid-19). Pembelajaran keluarga, pendidikan tinggi dapat menerapkan berbagai metode praktis di rumah, yang berdampak pada peningkatan kemampuan untuk mengatasi pandemi. “Misalnya, mahasiswa teknik kimia dapat terlibat dalam pekerjaan studi, membuat perawatan arus utama atau disinfektan, atau melakukan apa pun yang diperlukan untuk memerangi epidemi.” / 24/2020) mengatakan pada konferensi pers online. – “Misalnya, produsen profesional lain peralatan desinfeksi atau alat pelindung diri (APD), dll.” Dia melanjutkan.

Dengan bantuan model pembelajaran sistem, diduga bahwa nnya akan membantu masyarakat untuk melakukan upaya dalam memerangi pandemi di samping meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesional siswa.

“Bagi mereka, para siswa juga mengakui kredit. Jadi proyek seperti itu dapat diimplementasikan dalam pekerjaan siswa,” kata Nizam. .

Saat ini, 15.000 sukarelawan telah menjadi biasa-biasa saja dalam perang epidemi berbagai kelompok.

Menyumbang siswa yang berkomitmen untuk menjadi sukarelawan, PT juga dapat memasukkan kegiatan ini ke siswa terkait untuk kredit semester (SKS). “Bagi mereka, Anda juga bisa memberi mereka SKS sebagai KKN atau tugas lainnya. Nizam mengatakan: “Kita dapat melakukan ini dengan mempelajari dan menggunakan mobilisasi kapasitas kampus untuk menanggapi pandemi Covid-19.”